Tiga Hari Penuh Ilmu, HIMA Prodi BSA UINSA Sukses Gelar Santri Kilat di TPQ Baitul Makmur

 


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan di setiap waktunya. Bulan yang dipenuhi ampunan serta menjadi momen istimewa diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat yang agung. Al-Qur’an yang menggunakan bahasa Arab menjadi salah satu keistimewaan tersendiri, sehingga mempelajari bahasa Arab memiliki nilai penting, khususnya bagi umat Islam.Berdasarkan hal tersebut, Himapro BSA UINSA menyelenggarakan kegiatan santri kilat di TPQ Baitul Makmur selama tiga hari. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak TPQ dengan fokus utama pada pengenalan bahasa Arab serta pembelajaran beberapa mufrodat dasar.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan acara. Namun, terdapat sedikit kendala di awal pelaksanaan. Hujan deras yang turun menjelang waktu Ashar menyebabkan sejumlah panitia datang terlambat, begitu pula dengan peserta dari TPQ yang hadir tidak terlalu banyak.Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Acara tetap dapat dimulai dengan lancar setelah situasi kembali kondusif. Kegiatan hari pertama diisi dengan pengenalan bahasa Arab kepada anak-anak, yang dijelaskan sebagai bahasa Al-Qur’an sekaligus bahasa surga. Walaupun jumlah peserta yang hadir pada hari pertama masih terbatas, antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi. Mereka menunjukkan semangat dan ketertarikan yang besar dalam mengenal bahasa Arab sejak dini.

Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan penyampaian materi berupa pengenalan beberapa mufrodat bahasa Arab, khususnya tentang anggota tubuh dan peralatan rumah tangga.Berbeda dengan hari pertama, pelaksanaan pada hari kedua berlangsung lebih lancar karena didukung oleh cuaca yang cerah. Hal ini membuat jumlah peserta yang hadir meningkat dibandingkan sebelumnya. Selain itu, suasana pembelajaran juga terasa lebih hidup. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, terlebih metode yang digunakan adalah melalui lagu anak-anak yang mudah dihafal. Cara ini membuat mereka lebih cepat memahami dan mengingat mufrodat yang diajarkan.

Memasuki hari terakhir, kegiatan diisi dengan kuis mufrodat yang telah diajarkan pada hari-hari sebelumnya. Kuis tersebut dikemas dengan konsep cepat-cepatan bagi peserta yang berani maju ke depan, serta disertai pemberian hadiah bagi yang berhasil menjawab dengan tepat. Suasana kegiatan berlangsung sangat meriah dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti kuis, tidak takut untuk mencoba dan berani maju ke depan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri sekaligus pemahaman mereka terhadap materi yang telah diberikan.

Setelah rangkaian kegiatan selesai, acara dilanjutkan dengan buka bersama yang diikuti oleh anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMP BSA). Momen ini menjadi penutup yang hangat sekaligus mempererat kebersamaan antara panitia dan peserta. Secara keseluruhan, kegiatan santri kilat ini memberikan kesan yang mendalam dan penuh keberkahan. Meskipun pada hari pertama sempat mengalami beberapa kendala, seluruh rangkaian acara tetap dapat berjalan dengan lancar hingga akhir. Semangat belajar anak-anak yang tinggi menjadi salah satu keberhasilan utama dari kegiatan ini.

Komentar