Sapa Maba BSA 2025: Menyambut Mahasiswa Baru dengan Semangat Akademik dan Kekeluargaan

 
Dok. HIMAPRO-BSA

Surabaya — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) menggelar kegiatan bertajuk “Sapa Maba BSA 2025” pada Senin, 18 Agustus 2025, bertempat di Gedung MWC NU Gunung Anyar, Surabaya. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penyambutan sekaligus orientasi awal bagi mahasiswa baru Program Studi BSA angkatan 2025.

Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memberikan gambaran menyeluruh mengenai dunia perkuliahan dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Himaprodi BSA. Kedua, mempererat silaturahmi antara mahasiswa baru dengan mahasiswa senior, sehingga tercipta suasana kekeluargaan sejak awal memasuki perkuliahan.

Dalam sambutannya, Bima, selaku Ketua Umum Himaprodi BSA, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri.

"Kuliah bukan sekadar hadir di kelas, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih potensi terbaik yang dimiliki,” ujarnya.

Salah satu program kerja unggulan yang diperkenalkan pada kesempatan tersebut adalah Kelas Rabuan. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan minat dan bakat, khususnya dalam bidang seni dan kesusastraan Arab, sehingga diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan diri sekaligus memperkuat kompetensi berbahasa Arab.

Acara juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara mahasiswa baru dan panitia. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, mulai dari sistem perkuliahan, pengalaman berorganisasi, tips meningkatkan kemampuan bahasa Arab, hingga pertanyaan ringan bernuansa humor seperti “Siapakah gadis tercantik di Prodi BSA?”. Seluruh pertanyaan dijawab dengan antusias oleh panitia, sehingga suasana berlangsung hangat, penuh semangat, dan diwarnai tawa kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Himaprodi BSA berharap mahasiswa baru dapat lebih siap menghadapi dunia perkuliahan yang akan resmi dimulai pada Selasa, 19 Agustus 2025, serta termotivasi untuk terus mengembangkan diri baik di bidang akademik maupun organisasi.

Penulis: Syah Barara

Komentar