Dirasah Muqaranah BSA UINSA dan PBA UIN KHAS Jember: Wujud Kolaborasi Mahasiswa Bahasa Arab di Era Digital
Surabaya, 26 September 2026
Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMP BSA) UIN Sunan Ampel Surabaya bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN KHAS Jember sukses melaksanakan kegiatan Dirasah Muqāranah pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk studi banding ini mengusung tema “التَّعَاوُنُ بَيْنَ الْجَامِعَاتِ: تَطْوِيرُ الْإِلْمَامِ بِاللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ وَالثَّقَافَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ فِي الْعَصْرِ الرَّقْمِيِّ”, yang berarti “Kolaborasi antar kampus: Mengembangkan literasi bahasa Arab dan budaya keislaman di era digital.” Tema tersebut menjadi landasan bagi kedua organisasi untuk membangun ruang pertukaran wawasan sekaligus memperkuat hubungan antarmahasiswa Bahasa Arab dari dua perguruan tinggi.
Kegiatan ini memiliki makna tersendiri karena terlaksananya Dirasah Muqāranah tidak terlepas dari upaya dan komitmen HMPS PBA UIN KHAS Jember untuk hadir langsung ke Surabaya. Jarak antara Jember dan Surabaya tidak menjadi penghalang bagi kedua pihak untuk mempertemukan mahasiswa dalam satu ruang diskusi dan silaturahmi. Perjalanan yang ditempuh oleh rombongan UIN KHAS Jember menjadi bagian dari usaha bersama untuk mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.
Kehadiran mahasiswa UIN KHAS Jember di UIN Sunan Ampel Surabaya juga mencerminkan bahwa kolaborasi antarkampus membutuhkan lebih dari sekadar komunikasi secara daring. Pertemuan secara langsung memberikan kesempatan bagi peserta untuk membangun kedekatan, bertukar pengalaman secara lebih terbuka, serta memahami karakter dan dinamika masing-masing organisasi secara langsung.
Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi diskusi, pemaparan, serta pertukaran pengalaman antara HMP BSA UINSA dan HMPS PBA UIN KHAS. Dalam forum tersebut, mahasiswa mendapatkan ruang untuk berbagi pandangan mengenai pengembangan program organisasi, kegiatan akademik, serta berbagai upaya dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang bahasa Arab dan budaya keislaman.
Sejalan dengan tema yang diangkat, perkembangan teknologi digital turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Era digital menghadirkan peluang yang luas bagi mahasiswa untuk mengakses, memproduksi, dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai bahasa Arab dan budaya Islam. Namun, perkembangan tersebut juga menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan literasi yang baik agar dapat memilah dan memanfaatkan informasi secara tepat.
Dirasah Muqāranah kemudian tidak hanya menjadi agenda pertukaran pengalaman organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana mahasiswa Bahasa Arab dapat mengambil peran di tengah perkembangan digital. Kolaborasi antarkampus diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan akademik maupun organisasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Pertemuan antara mahasiswa HMP BSA UINSA dan HMPS PBA UIN KHAS berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Perbedaan lingkungan akademik dan pengalaman organisasi justru menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling belajar dan memperluas perspektif.
Bagi HMP BSA UINSA, kedatangan HMPS PBA UIN KHAS Jember menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama antarmahasiswa Bahasa Arab. Sementara bagi HMPS PBA UIN KHAS, perjalanan menuju Surabaya menjadi bentuk kesungguhan dalam menjaga hubungan dan merealisasikan ruang kolaborasi secara langsung.
Pada akhirnya, Dirasah Muqāranah PBA UIN KHAS Jember × BSA UINSA menjadi lebih dari sekadar pertemuan dua organisasi. Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa jarak antarkampus dapat dijembatani melalui semangat kolaborasi, kemauan untuk belajar, dan komitmen untuk berkembang bersama.
Melalui kegiatan ini, kedua pihak berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi di masa mendatang, khususnya dalam bidang bahasa Arab, literasi, akademik, organisasi, serta pengembangan budaya keislaman di era digital.

Komentar
Posting Komentar